Jumat, 22 Juli 2011

PEREMPUAN NATAL

Puisi Hardho Sayoko

-adikku Titi Rukmie Kristiawati Rahayu MP

Reranting cemara bisikkan kidung agung  lewat suara gerimis ambang Natal
meski daunnya sembab diseteru mentari Desember hampir sepanjang musim
lewat jendela mimpi senantiasa terjulur anak-anak sajak dalam geraian kabut
setelah desah tersulam harap selalu bersipongang walau dihalau kesiur angin
seolah kisah masih terjalin sebelum sang juwita berkendara mega tembaga

Tak lagi ada debu memulas kerinduan walau cuma tinggal cerih
manisnya harap masih menghiasi kelopak bunga sepatu di pagar halaman
walau lama tak terdengar sorak bocah mengiringi  tarian layang-layang di sawah
namun sudut ruang depan tetap biaskan keceriaan seperti catatan masa silam
setiap lembutnya gema orgel merayapi pori-pori dinding ruang perjamuan 

Jika kali ini tak hadir bukan berarti berlaksa indahnya kenang telah pupus
meski hitungan usia terus bertambah dan gairah keinginan mulai tersingkir
dari pelataran tetap semerbak aroma kuntum cempaka terbawa rentang gapai
setelah engkau tinggalkan butiran airmata di ladang hati kerabat dan kekasih
jelang  istirahmu di bawah rindang pepohonan palem terhias tanda salib batu

24 Desember 2010
Sepenggal catatan almarhumah Iyud adikku yang kembali ke rumahNya awal tahun 80 an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar