Puisi Hardho Sayoko
-adikku Titi Rukmie Kristiawati Rahayu MP
Reranting cemara bisikkan kidung agung lewat suara gerimis ambang Natal
meski daunnya sembab diseteru mentari Desember hampir sepanjang musim
lewat jendela mimpi senantiasa terjulur anak-anak sajak dalam geraian kabut
setelah desah tersulam harap selalu bersipongang walau dihalau kesiur angin
Tak lagi ada debu memulas kerinduan walau cuma tinggal cerih
manisnya harap masih menghiasi kelopak bunga sepatu di pagar halaman
walau lama tak terdengar sorak bocah mengiringi tarian layang-layang di sawah
namun sudut ruang depan tetap biaskan keceriaan seperti catatan masa silam
setiap lembutnya gema orgel merayapi pori-pori dinding ruang perjamuan
Jika kali ini tak hadir bukan berarti berlaksa indahnya kenang telah pupus
meski hitungan usia terus bertambah dan gairah keinginan mulai tersingkir
dari pelataran tetap semerbak aroma kuntum cempaka terbawa rentang gapai
setelah engkau tinggalkan butiran airmata di ladang hati kerabat dan kekasih
jelang istirahmu di bawah rindang pepohonan palem terhias tanda salib batu
24 Desember 2010
Sepenggal catatan almarhumah Iyud adikku yang kembali ke rumahNya awal tahun 80 an
Tidak ada komentar:
Posting Komentar