Puisi Hardho Sayoko
Bukankah angin Juni yang basah bisikmu
menghunus sisa gerimis dari reranting pohon pina
ketika jarak yang terbentang mulai meresah
bara rindu jelma mozaik di gorden jendela
Apa yang harus kubisikkan padamu selain desah
setelah mesin ketik dan asbak di ruang tamu berjelaga
dan tak mau lagi berbagi tentang pedihnya kesepian
tanah kembara bersulam mimpi buruk diseteru makna
Daun-daun jati melayang tebarkan indahnya kenang
menjumput butir kangen milik seorang perempuan
mengapa tak tanggal meski langit kehilangan senja
lengkung langit sepanjang musim kangen terpeta
Kedunggalar, 16 Juni 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar